Tuesday, August 13, 2013


Haqqani Indonesia
Catatan Buram
MSH Eid Khtubah
ASIM, Michigan, 9 Agustus 2013

Wahai hamba-hamba Allah, Ramadan telah melewati kita dan Syawwal telah tiba, sebuah bulan di mana banyak sekali perubahan yang akan terjadi di bumi, sebagaimana Nabi (s) bersabda, “Akan ada banyak sekali perubahan di bumi ini di mana orang yang membunuh tidak mengetahui mengapa ia membunuh dan orang yang dibunuh tidak mengetahui mengapa ia dibunuh.” Inilah yang kita saksikan sekarang ini, kita harus menjauh darinya dan tinggal bersama komunitas kita sendiri, dan tidak melibatkan diri pada apa yang salah dan apa yang benar. Kita berdoa agar Allah (swt) menerima puasa kita dan mengubahnya dari puasa imitasi menjadi puasa hakiki. Puasa kita bercampur dengan begitu banyak dosa dan menjadikannya sebuah sup. Semoga Allah menerima Ramadan kita dan mengubahnya sebagaimana yang Dia lakukan pada Ramadan sebelumnya, yaitu dari Ramadan imitasi menjadi Ramadan hakiki. Dan hari ini adalah Ied, di seluruh dunia kita merayakannya dengan semua orang pada hari ini dan ini merupakan hari yang penuh kebahagiaan dan kita merayakannya bersama keluarga dan…

Setiap hari kita melihat para ulama di seluruh dunia di mana kebanyakan dari mereka, jika mereka bukan ulama yang benar, mereka membuat berbagai hal untuk menyenangkan orang, dalam bahasa Arab kita menyebutnya mudahala, berpura-pura bahwa kalian mencintai seseorang, berusaha untuk bermanis-manis kepada mereka, tetapi di belakangnya kalian membuat fitnah terhadapnya. Kita harus berhati-hati dengan orang-orang semacam itu agar kita tidak jatuh ke dalam fitnah dan kebingungan yang mereka buat. Nabi (s) bersabda, “Fitnah dalam keadaan tidur, dan Allah akan mengutuk orang-orang yang membangunkannya.” Dan dalam berbagai komunitas, Setan membuat banyak sekali fitnah untuk merusak dan memecah belah lalu menyerangnya. Seperti parasit yang hidup di dalam darah manusia. Seperti bakteri, mereka tidak hidup sendiri tetapi menumpang pada seseorang. Mereka adalah tufayliyiin, mereka hidup dari orang lain dan melemparkan kata-kata, dan di dalam kata-kata mereka terdapat semacam tipu muslihat. Dan orang-orang ini akan mengatakan sesuatu yang tidak dapat diterima pada akhir Ramadan dan menyebabkan puasa kita menjadi batal.

Kita harus sangat berhati-hati dan saya akan menyampaikan sebuah hadits Nabi (s): Jabir (r) meriwayatkan bahwa Nabi (s) bersabda, innama ahabakum ilaya wa aqrabakum ilaya yawm al-qiyamah ahsanakum akhlaaqan. Orang-orang yang paling kucintai dan yang paling dekat denganku pada Hari Kiamat adalah orang-orang yang akhlaknya baik, tidak bicara dengan kebencian, membuat orang-orang senang dan tidak membuat orang terpecah belah ke dalam sharzama, kelompok-kelompok, tetapi lebih baik bersatu, sebagaimana Allah (swt) berfirman di dalam kitab suci al-Qur'an:
wa`tashimuu bi hablillahi jamii`an wa laa tafaraquu. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan jangan bercerai berai. [3:103].

Setiap Ramadan kita diajarkan untuk menyemir ego kita dengan menjaga agar mulut kita tetap tertutup, karena setiap kali kita membuka mulut kita, sudah pasti sesuatu yang tidak diridai Allah akan muncul. Dan para malaikat akan membawa amal kita ke Hadirat Ilahi, jika amal itu murni, maka ia akan diterima; tetapi jika tidak, ia akan dilemparkan ke wajah kita. 

Dan Nabi (s) melanjutkan, “wa inna min abghadakum, orang yang paling buruk, yang paling menjijikan, yang kupandang hina dan akan jauh dariku pada Hari Kiamat, dan aku tidak akan melihatnya, ia akan berada di barisan paling belakang ketika aku memberi syafaat, meskipun mereka akan masuk Surga. Aku membenci orang-orang ini. Mereka tidak tahu apa yang mereka katakan dan mereka membuat setan sebagai sosok manusia yang terpandang dan dalam sosok awliyaullah. Menjadikannya sebagai setan terburuk yang dapat kalian bayangkan. Nabi (s) menyebut orang-orang semacam itu falfarkhuun. Mereka memalsukan dan membuat kesalahan ketika berbicara dengan orang-orang. Mereka mengulangi suatu frasa, dan mengatakannya berulang-ulang tetapi mereka tidak ingat dengan apa yang mereka katakan pada awalnya dan mereka mengkaitkan dengan Rasulullah (s). Nabi (s) melarang untuk berbohong, kalian tahu itu adalah strategi perang, untuk menyerang. Menipu musuh untuk menyerang. Orang-orang ini menipu orang yang jujur untuk kemudian ‘memecah belah lalu menguasai’. Orang-orang ini ‘memecah belah lalu menguasai’ walaupun mereka mengenakan pakaian sunnah dengan turban besar dan jubah.

Mereka adalah kaum munafiquun, sebagaimana Nabi (s) menggambarkan mereka: ketika berbicara mereka berbohong, ketika dipercaya mereka berkhianat dan khususnya orang yang pada akhir Ramadan meletakkan sesuatu yang tidak benar di internet. Nabi (s) bersabda, orang yang terjauh dariku … al-mutashadiquun, mereka adalah orang-orang yang tidak menjaga kehormatan hamba-hamba Allah. Mereka mengatakan hal-hal yang mempesona, tetapi di belakang mereka… lalu dan al-mutafayhiquun, mereka yang mengisi mulutnya, bersiap-siap untuk bicara dengan penuh sampah, dan ketika mereka bicara orang-orang akan mengetahui bahwa kata-katanya tidak benar tetapi hanya untuk memecah belah umat. Dan terakhir, al-mutakabirruun, orang-orang yang berbangga diri, mereka mengatakan bahwa kita sudah mati, kita berada dalam ruh kita. Mereka membayangkan berbagai hal dalam pikiran mereka karena mereka bipolar, dan menyebarkannya kepada umat dan mereka yang tidak mempunyai latar belakang dalam orde Sufi, mereka akan memecah belah umat dan mereka mulai berselisih.

Bahkan murid-murid dari keempat mazhab pun biasa berselisih satu sama lain. Sudah terkenal bahwa mereka yang arogan dalam keilmuannya akan mulai memerangi yang lain karena mereka tidak mengerti apa yang mereka katakan, tetapi semua jalan akan menuju satu tempat. Jadi bila kalian seorang Maliki, kalian harus menghormati Syafi’i, dan bila kalian Hanbali, hormatilah Hanafi, dan seterusnya.

Ketika Imam Syafi’i pergi ke Baghdad mengunjungi masjid dan makam Sayyidina Imam Abu Hanifa, kerena penghormatannya terhadap mazhabnya, di mana mereka biasanya tidak membaca qunut ketika salat Subuh, maka ketika menjadi imam di sana, beliau tidak membaca doa qunut. Kita tidak dapat mengatakan bahwa itu salah, tidak, kita percaya pada ijtihad mereka dan kita mengikutinya. Itulah yang diajarkan oleh Islam.

Islam tidak mengajarkan untuk bercerai berai. Tetapi mereka yang memasang di internet untuk membuat seseorang terlihat buruk, mereka telah berbohong kepada Nabi (s) dan mereka katakan bahwa Nabi (s) telah menandatanganinya, dan bila engkau benar, tunjukkan tanda tangannya.

Wahai Muslim, jangan dengarkan orang-orang yang muta syawiquun, mereka mengatakan hal-hal yang membuat orang terlihat gila.

Dan dalam hadits yang lain Nabi (s) bersabda, inna Allah awhaa ilayya an tawada`. Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menjadi tawaduk, untuk tidak memecah belah orang-orang dan memecah belah umat menjadi 2, 3 atau 4. Itu bertentangan dengan ajaran Islam, untuk pergi menemui orang-orang yang bagaikan hewan ternak dan memberi mereka sesuatu hingga mereka mengira bahwa engkau adalah seorang waliullah, padahal kau menipu mereka. Jangan katakan, “Aku mendapatkannya dari Nabi (s),” kau berbohong. Jangan katakan bahwa engkau menerimanya dari Sahabat, kau bohong. Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat menerima ilham dari Nabi (s) dan dari Sahabat, tetapi tidak mengatakan… tidak mengatakan bahwa “Kami adalah lingkar dalam” pusat dari apa yang kita yakini, tidak. Setiap Muslim berada di pusat dan setiap Muslim berada dalam hadirat Nabi (s). Tidak seorang pun yang boleh menyerang orang lain. Kita semua adalah bagian dari Ummat an-Nabi (s).

Di dalam hadits Bukhari dan Muslim, Nabi (s) bersabda, “laa yadkhul al-jannnat namaaman.” Seorang namam tidak akan masuk ke dalam Surga. Itu adalah orang di dalam suatu kelompok yang melihat bagaimana ia dapat menembus inti dari kelompok itu dan berada di sisinya dan…. Dengan menyebar rumor palsu dan tuduhan-tuduhan palsu. Allah akan menghukum orang yang menyebarkan fitnah di antara umat dan yang menzalimi orang yang tidak bersalah. Mereka melakukan hal itu untuk mempesona yang lain.

Dan akhirnya hadits ini, ini adalah penting bagi kalian, kalian akan ditanya mengenai hal ini, khususnya terkait dengan anak-anak kalian. Nabi (s) melewati 2 kuburan di mana kedua mayat itu sedang disiksa. Nabi (s) bersabda, mereka sedang dihukum karena suatu hal yang tidak besar tetapi besar. Allah menghukum mereka dengan membakarnya. Dan ada suatu makam yang saya ketahui, yang penuh sehingga orang yang meletakkan jenazah itu secara berdampingan. Jadi mereka menggali satu kuburan dan menemukan jasad yang sudah terbakar.

Nabi (s) bersabda, “Mereka sedang dihukum, yang satu karena menyebarkan rumor palsu dan berbohong di mana-mana, dan yang kedua karena suatu hal yang tidak besar, tetapi besar, Allah tidak menyukainya. laa yastatiluu min bawlihi. Ia tidak menutupi dirinya ketika buang air kecil, dan pakaiannya terkena air kencing itu, dan ia tidak membersihkan dirinya dengan air. Banyak Muslim sekarang ini yang tidak menyiram dengan air, tetapi langsung menarik (resleting?) lalu pergi, kemudian berwudu dan salat. Kalian harus mengajari anak-anak kalian untuk membersihkan diri mereka dari urin. Semoga Allah membuka mata kalian, kalian akan bertanggung jawab pada Hari Kiamat.

Wednesday, August 8, 2012

Bersyukur Menjadi Seorang Muslim



Sayyidina Musa (a) sedang dalam perjalanan ketika ia mendengar sebuah suara datang dari gunung, suaranya terdengar jelas, dan ia pun mendekati suara itu. Ia sampai pada sebuah gua dan melihat ke dalamnya, di sana ada seseorang yang sedang bertasbih, "Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan aku lebih mulia dari yang lainnya." Dan Musa (a) melihat orang itu yang sedang bersujud, mendengarkan suaranya yang merdu. Ia terkejut ketika orang itu bangkit dari sujud, ternyata ia tidak mempunyai tangan dan kaki! Musa (a) terheran-heran, bagaimana ia bisa mengatakan itu? Bagaimana ia bisa makan? Lalu seekor rusa datang dan orang itu meminum susu darinya. Musa (a) melihatnya dan berkata, "Sahabatku, engkau memuji Allah bahwa Dia telah memuliakanmu dengan tak terhingga, tetapi engkau tidak mempunyai tangan dan kaki!" Orang itu melihatnya dan berkata, "Yaa Musa (a), Allah memberiku yang terbaik yang dapat kau bayangkan!" "Apa itu?" "Dia menjadikan aku sebagai seorang Muslim!"

Kisah itu ada di dalam Taurat. Menjadi Muslim adalah suatu kehormatan, jangan merasa malu, kalian pergi jalan, ke universitas, berbanggalah bahwa kalian Muslim! Orang itu yang tidak mempunyai tangan dan kaki berkata, "Aku seorang Muslim!" lalu Musa (a) mengangkat tangannya, "Yaa Rabbi hamba itu membuatku kagum dengan imannya, berikanlah ia Surga!" "Wahai Musa, apa yang kau minta telah diterima." Kemudian Allah mengirimkan hyenas untuk memakannya. "Kepada hamba-hamba-Ku yang tulus, Aku kirimkan ujian bagi mereka untuk mendapatkan Surga." Ujian ini adalah bahwa kita harus menegakkan Islam, berjuang untuk Nabi (s), pertama di antara diri kita, yaitu untuk mengetahui kebesaran Nabi kita (s). Apa yang dikatakan oleh Nabi (s)? "Aku telah diutus untuk menyempurnakan akhlakmu, untuk mendisiplinkanmu, untuk menyempurnakan perilakumu dan membuatmu menjadi orang yang lebih baik. Bukan hanya untuk salat dan puasa."

Tuesday, July 31, 2012

MSN: Suhbat 2007-09-24

24.9. : Allah did His best for us - o people, do your best for Him!

Allahumma salli wa sallim ala Nabiyyina Muhammad alayhi salam
Salatan tadumu wa tughda ilayh mamarra layali wa tula dawam!

As-salamu alaikum! Welcome to you! Welcome to good servants, not welcome to bad people, bad servants

Audhu bi-llahi mina shaitani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim.

By the Name of Allah Almighty All-Merciful, Most Beneficent and Most Magnificent

May Allah forgive us, because we are not good servants! I am sorry to say this, that we are not good servants! We are not good servants, we are bad servants!

Destur, ya Sayyidina Sultanu-l Awliya, Meded!

Allah Almighty (is) saying: wa la tuzakku anfusakum Don t say: I am a good servant, a good one! Don t make yourself a clean one, don t claim that: I am working for my Lord - we can t say that we are doing our best for Allah Almighty!

And Allah Almighty He is doing His best for His servants; He did and (He is still) doing (it) also. He did His best and created you from a clean generation. He created (the) first man, Adam - peace be upon him-, and He granted to him (the) best quality, (the) best qualification.

He granted to you, to man, (the) best qualification, He designed man on (the) best design; you can t think that or you can't think (of) any design better for you (than) that (which) Allah Almighty designed (for) you! Who can say that: May be another

form for me (is) going to be better or (the) best design ? (This) may say some foolish ones that they are running after Shaitan!

Shaitan (is the) worst enemy for man. He is most greedy one to man and (he is) saying: Oh, so ugly ones! and Allah created man on (the) best design! Subhanallah! Shaitan (is so) greedy one and making mankind not to be happy with his design!

Always Shaitan (is) making something for man, coming to his mind, to say: O my form is no good, my design is no good!

Therefore, Shaitan he was never saying to man that: Your design (is the) best design, your form (is the) best form!

When he was getting rebellious to Allah, Shaitan was saying: O man, your design (is) no good , and he was giving his oath, saying: I shall try, with my most energy, ability, capability, I shall try to make people not to be happy with their designs!

I shall try to make them to change (it)! (He was) making (an) oath, saying in (the) divinely Presence: I shall try to do my - not best!- my worst to those people that You created them and ordering me to make, to bow to him and I am better, I am much

more perfect! By looking and through my creation, I am much more perfect and much more good looking - not beautiful- handsome, from Adam! Therefore now You changed my creation and I shall try, making my oath against Your Command, to make those new generation that they are thinking they are better than me, I shall try to do everything, every badness, against them, even I shall try to change their outlooking also! They should think that they are better and perfect if I am making them to believe in me so that I shall try to change their outlooking. Inner, it is not important for me, but outlooking. I shall try to change their outlooking, they should say: O my nose it no good, I must do an operation!

A kind of surgery. There is some doctors, they are making some operations on our physical being, saying: You must change your nose, your mouth, your ear, your stomach, your legs, your breast, your hands - I shall try to make them believe that they are not handsome or they are not beautiful one!

And now Shaitan he reached top of his effort to make people (believe) that: Your creation is no good, you must do a surgery to make your nose, to make your eyes, to make your mouth, to make your stomach, to make your legs so many things.

And for men, (he is) trying to change their outlooking Allah Almighty just decorated man with their beard. There is Angels on Heaves, their Tesbih, glorifying, is: Subhanallah who decorated men with beards and women with long hair! One level of Angels

they are glorifying Allah Almighty, saying that: He (is) just giving a beauty to men with their beards and (to) women with their long hair! Shaitan (is) saying: I shall change them! And now billions (of) people (Are) following Shaitan and saying:

We must not put this beard, no, it is no good for us, we must change our faces, we (are) never going to (get) used to make (grow a) moustache or beard, we must do like (the) faces of ladies! It is so tasteless; now people are shaving their beards and moustaches and coming like women s faces! And women also, they are trying to make their hair that Allah Almighty just granted to them a beauty through their long hair and making it cutting, cutting, cutting and their heads (are) going to be like (the) heads of men, no taste!

Allah created men on (the) best design, but Shaitan for his greed (is) making man to believe that their outlooking is no good: You must change it! Allah He did His best for man and man they are not thanking to Allah that He granted to them and making for them His best, (they are) changing (it)! Now 1oo % people (are) changed.

I am looking, seeing one person now, I was thinking that he is a lady and he is saying: I am not lady, I am a man! sometimes I am looking, seeing some ladies, I am thinking that she is a man and she is saying: I am not a man, I am a lady. Where is your ladyness? Look, Allah Almighty He did His best for mankind and mankind they are ungrateful! They are believing in Shaitan and saying: Our outlooking is no good!

For what?

When we are young, it is something, when we are getting older, our outlooking (is) getting to be so ugly ! Yes! Allah He is doing His best for mankind.

I hear that one person that Allah Almighty (was) making her colour dark colour, she was so crazy, making so many operations and they said to me: This is (a) famous cinema star. (She was) saying that: My color is no good, I must change my colour! and she did so many things and finally she was coming (to be in a) so ugly design that even she can t able to look at herself through (the) mirror, throwing away mirror: I wasn t in such a way! I was so handsome, beautiful, what happened to me? (She is) never looking now to her face!

Subhanallah, Glory to Allah Almighty! Making Shaitan people not to be happy with his creation! Allah granted to you by creating you on (the) best design, ahsani taqwim , and He is giving, as He likes, putting dark, white, red, yellow I saw also in London blue hair I was saying: Really this person (was) born and his hair (as) blue? No! Another one, looking, seeing: Oh this there is also this green green hair? I (have) never seen (that and) I am 9o years! From where you are coming?

Coming from Jahannam

Look what (is) making Shaitan! Allah granted to us His best qualities, creating us in (the) best qualities and we are looking through our outlooking and saying: We are not handsome or beautiful or to say: I am ugly! You are not ugly, what is this!

This we may stop here and we are saying, when we are thinking on it that Allah granted to us His best, He did His best for us, and He is asking and looking (to) His servants, if they are doing their best for Him!

Do you think that people now are happy and thankful and saying to Allah: O our Lord, You did Your best for us and we must try to be best servants for You (and to do the) best service for You! Do you think in such a way now mankind? And they are saying: We are civilized persons No, they are Jahannam people! Who is not happy with Allah Almighty s Grant, they are for Hells!

Look and thank to Allah that He granted to you from His best, divinely Attribute, granting to you and you are saying: We are not perfect one, we are no good ones, we are not beautiful not handsome one ? What is that? Whole people now they are becoming like Shaitan! (They are) believing in Shaitan, not believing in their Creator, Allah Almighty.

O people, try to do your best for your Creator, for your Lord, (the) Lord of Heavens!

That is your honor, then you should be dressed another dressing that Shaitan (is) never dreaming (of), hayyal , imagining The Day of Resurrection, when Allah Almighty (is) dressing (the) People of Paradise in such a beauty, Shaitan should fall down, saying: Oh, oh, what I was thinking, but what our Creator (is) granting to those people! He should say: I was wrong, but his greed (is) not making to him to say: I am wrong , and he is running to fire, not saying: O my Lord, You did Your best for mankind, forgive me! I was wrong, mistaken! Never saying!

O people, come and try to be best ones! Try to do your best for your Creator, Allah Almighty! At least through holy month or holiest month, Ramadan, try to do your best for your Creator, Allah Almighty! May Allah forgive us and blessings. For the honor of most honoured one, most perfect one, best one through creation, S.Muhammad sws! Fatiha.

Allahumma salli wa sallim ala Nabiyyina Muhammad alayhi salam

Salatan tadumu wa tughda ilay, mamarra layali wa tula dawam

Subhan Allah, Sultan Allah, Subhan Allah, Subhan Allah

Subhan Sensin Sultan Sensin Subhan Sensin, Sultan Sensin Subhan Sensin, Sultan Sensin, ya Allah

Bahaya Ghibah

Bahaya Ghibah
Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS
Jakarta, 2003


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Kalian semua harus memakai turban. Lihat! Ia memakai turban, di mana turbanmu? Ambil!

Kalian mendengar suara kucing itu? (kucing yang sedang berkelahi). Inilah yang terjadi bila kita bertengkar satu sama lain, bahkan lebih buruk daripada itu. Malaikat mendengar suara itu, demikian pula dengan awliya. Kalian lihat bagaimana mereka saling berteriak satu sama lain.

Hadis dari Rasulullah SAW berbunyi, “Barangsiapa yang mengunjing saudara atau saudarinya, siapapun yang saling menggunjing… bau dari gunjingan itu sangat berbahaya.” Oleh sebab itu Rasulullah SAW melarang keras bergunjing.

Suatu waktu, Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS memberi gambaran tentang gunjingan. Beliau berkata bahwa ketika seseorang meninggal dan ia dimasukkan ke liang kuburnya, apapun gunjingan yang telah diperbuat selama hidupnya, berapa banyak ia menggunjing, Allah SWT membawa gunjingan itu kembali padanya dalam wujud bau busuk. Bila selama hidupnya ia telah menggunjing sebanyak 100 kali, ia akan membawa 100 bau; bila 200—200 bau dan bila sejuta gunjingan—ia akan membawa sejuta bau ke dalam kuburnya.

Allah SWT membawa bau itu kembali ke kuburnya dan Grandsyekh berkata bahwa jika Allah SWT melepaskan satu bau dari bau-bau ini keluar dari kuburan itu, tak satu pun makhluk yang dapat bertahan di bumi ini, manusia dan semua makhluk akan mati bagai terkena reaksi bom atom.

Dan Allah SWT menciptakan binatang buas dari bau itu yang akan menyerang mayat yang terbaring di sana. Bagaimana kalian membayangkan keadaan orang itu jika satu bau saja yang bila dilepaskan ke dunia, semua makhluk akan tewas. Bagaimana dengan jutaan bau yang dikirimkan Allah SWT kepada mayat di kuburnya. Bagaimana efek yang terjadi kepada orang yang jiwanya dikembalikan ke tubuhnya selama ia berada dikuburnya. Ia akan berada dalam hukuman dan siksaan dalam kubur dari bau itu dan dari binatang yang diciptakan Allah SWT dari bau itu.

Dan Grandsyekh bercerita bahwa suatu ketika beliau pergi menuju makam Sayyidina Muhyiddin Ibnu Arabi QS di Jabal Qasyun mengendarai kereta kuda (pada waktu itu, jauh di masa lampau). Beliau dan seorang Syekh lainnya yang biasa dipanggil ‘Abdul Wahab Salahi duduk di kereta kuda pergi ke makam Sayyidina Muhyiddin Ibnu Arabi QS. Tiba-tiba muncul seseorang yang menghentikan kuda yang menarik kereta mereka dan orang itu berkata, “Assalamu’alaykum!” Mereka membalas, “Wa alaykum salam!” lalu ia berkata lagi kepada keduanya, ia mengarahkan pembicaraannya atau ucapannya kepada ‘Abdul Wahhab Salahi dan melihat kepada Grandsyekh, Syekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS, “Apakah ia Syekhmu? Atau engkau Syekhnya?” ‘Abdul Wahhab Salahi menjawab, “Ia bukan Syekhku dan Aku bukan Syekhnya.” Tiba-tiba orang itu menghilang. ‘Abdul Wahhab Salahi menoleh ke sana ke mari, “Ke mana ia pergi?” “Ia muncul dengan tiba-tiba dan tiba-tiba menghilang. Ia tidak berada di sini lagi.” Awliya menampakkan dirinya kepada orang-orang yang tulus. Grandsyekh dan ‘Abdul Wahhab Salahi, keduanya adalah orang-orang yang tulus sehingga awliya menampakkan dirinya kepada mereka. Tetapi sekarang orang-orang berkata, “Mana awliya… mana?” Khususnya mentalitas baru ini di mana mereka tidak percaya kepada karomah. “Di mana awliya…?” Kalian jatuh ke dalam lubang yang penuh dengan kotoran dan kalian berkata, “Mana awliya?” Bagaimana mungkin kalian akan melihatnya? Kalian harus menjadi orang yang tulus untuk bisa bertemu dengannya.

Mereka bertanya kepada Ibu Firdaus, “Di mana awliya? Apa itu awliya? Kami tidak melihat apa pun.” Mereka bertanya kepada kalian, “Mana…mana awliya, kami tidak melihat apa-apa.” Karena mereka tidak percaya, awliya tidak akan menampakkan dirinya kepada mereka. Awliya tidak akan menunjukkan keajaibannya kepada mereka, tetapi kepada orang-orang yang percaya, seperti Ibu Firdaus, seperti Anda dan seperti orang-orang yang hadir di sini, mereka akan menjumpai keajaiban dalam setiap gerakan yang dilakukan oleh Syekh.

Ketika Saya masih muda, setiap gerakan dari Grandsyekh Syeikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS dan Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani QS ketika itu, ketika Saya masih sangat muda… dalam setiap gerakan mereka, Saya melihat karomah.

Karena ketika kalian mempunyai keyakinan, mereka akan memperlihatkannya kepada kalian. Ketika kalian yakin dengan apa yang kalian kerjakan, mereka akan memperlihatkannya (karomah-red) kepada kalian. Bila kalian tidak mempunyai keyakinan seperti ini, untuk apa mereka menunjukkannya kepada kalian. Sebab kalian tidak menghargai berlian, awliya hanya akan memberi kalian permen dan kalian sudah puas dengan itu. Mereka tidak memberi kalian gula, melainkan pemanis buatan yang berkalori rendah, tidak berenergi, tidak berarti apa-apa. Barang siapa yang sakit, ambilah pemanis buatan itu, kalian tahu, ini tidak akan membuat gemuk. Tetapi bagi mereka yang kuat, awliya akan memberikan gula yang berenergi, artinya mereka memberi dukungan penuh kepadanya.

‘Abdul Wahhab Salahi adalah seorang yang tulus, mukhlis sehingga wali muncul ke hadapannya; tetapi ia belum mencapai tingkat yang sempurna, sehingga ketika ia mengatakan, “Ia bukan Syekhku dan dirinya pun bukan Syekhnya,”--wali itu langsung menghilang, tidak menyukainya. Ia berkata, “Wahai Syekh ‘Abdullah QS! Orang itu menghilang… siapa dia?” Syekh ‘Abdullah QS menjawab, “Tidak! Orang itu tidak menghilang, ia masih berdiri di sana… buktinya lihat! Ia menarik kuda itu dan sekarang menggerakkan kereta. ‘Abdul Wahhab Salahi melihat kuda itu bergerak, tali kekangnya tertarik tetapi ia tidak melihat orang yang menariknya…dan kereta pun berjalan.

‘Abdul Wahhab Salahi berkata, “Mengapa ia lenyap?” Syekh ‘Abdullah QS menjawab, “Ia tidak menyukai ucapanmu.” Syekh ‘Abdullah QS juga berkata bahwa para wali sangat suci, bila mereka mencium bau sedikit saja, mereka akan menghindar. “Ketika kau mengatakan bahwa engkau bukan Syekhku dan Aku bukan Syekhmu—ia mencium adanya aroma kesombongan dari ucapanmu, dari situlah ia menghilang. Dan ini bukan gunjingan. Ini hanyalah ucapan biasa yang dapat diucapkan oleh siapa saja, namun tetap saja ucapan itu mengundang bau busuk di hadapan awliya. Apa salahnya jika engkau berkata, ‘Ya ia adalah Syekhku,’ apa ruginya? Engkau tidak kehilangan apa-apa, kau melangkahi egomu… tetapi karena kesombongan diri, kau berkata, “Tidak, ia bukan Syekhku.” (Sebab ‘Abdul Wahhab Salahi berkata, “Syekhku dan Syekhnya adalah satu, yaitu Syekh Syarafuddin QS.” Apa salahnya untuk bilang bahwa ia adalah Syekhku, apa ada masalah?

Jika mereka bertanya kepadamu, “Apakah Berny Syekhmu?” “Ya, ia adalah Syekhku,” apa ada masalah? Jika mereka bertanya kepadamu, “Apakah Bubby Syekhmu?” “Ya, ia adalah Syekhku.” Jika mereka bertanya kepada Saya, “Apakah Haji Mustafa, Pak Mus adalah Syekhmu?” “Ya, tentu saja, Saya mencium tangannya dan Saya mencium kakinya.” Tidak ada masalah!

Bau dari percakapan tadi membuat wali itu pergi. Bagaimana menurut kalian, bila kita sedang salat dan mengucapkan “Allahu Akbar” lalu ratusan dan ribuan khawatir, gosip yang dibisikkan Setan ke telinga kita dan kita memikirkannya, “Oh, Mustafa adalah orang yang tidak baik, Oh Berny yang paling buruk, Oh Bubby gila, Oh Bapak dan Ibu Firdaus… Aku tidak mau makan dari makanan mereka. “ Ini dan itu… dan orang-orang mulai mempunyai gosip dalam pikirannya. Bagaimana malaikat akan membawa salatmu kepada Allah SWT, jika mereka pergi karena mencium bau (busuk) ini? Artinya salat kalian tetap berada di tempat, tidak diterima (oleh Allah SWT)… ia hanya diterima sebagai ibadah fardu, artinya kalian memang mengerjakan kewajiban kalian… tetapi itu tidak diterima sebagai ibadah yang sempurna. Ia tetap berada di tempatnya. Untuk itulah kita harus berhati-hati agar tidak membawa isu-isu yang telah terjadi sebelumnya dan menyebarkannya mulai dari satu kepada yang lain sehingga menjadi gunjingan.

Allah SWT adalah as-Sattar, Maha Menyembunyikan. Allah SWT Maha Mengetahui segala perbuatan kalian, baik maupun buruk. Dan Dia tidak melepaskan atau membukanya kepada orang lain. Dia melindungi dan tidak membiarkan kalian terekspos bagi orang lain. Tetapi manusia adalah seburuk-buruk pembuka aib orang lain. Grandsyekh melukiskan mereka bagaikan seekor lalat hitam yang selalu pergi ke tempat-tempat yang kotor. Di mana ada sampah, di mana ada kotoran, di mana ada WC, toilet, dan apa pun yang kotor kalian akan menjumpai lalat-lalat ini beterbangan. Seperti halnya surat kabar dan majalah-majalah ini. Mereka mengejar setiap orang, menggoyang hidupnya, apa yang mereka lalukan terhadap istrinya,… ia menipunya… ia tidak menipunya… ia nikah 10 kali, 100 kali, 5 kali… apa saja usaha mereka… apa yang mereka lakukan… mereka sangat senang mengambil apa saja, bahkan sampai hal-hal yang terkecil untuk menciptakan fitna dan kebingungan di negri ini.

Grandsyekh memberi contoh (semoga Allah SWT mensucikan jiwanya ketika menerangkan hal ini). Beliau berkata bagaikan kalian mempunyai hewan-hewan ternak di ladang kalian, kalian mempunyai biri-biri, lembu dan hewan lainnya di ladang kalian kemudian kalian melihat kebun tetangga kalian dan berkata kepadanya, “Lihat! Banyak nyamuk di pohon-pohon kalian,” sementara itu kalian melupakan ladang kalian sendiri di mana binatang buas menerkam dan memangsa semua biri-biri dan lembu dan kalian memperhatikan nyamuk-nyamuk yang terbang di kebun tetangga kalian.

Jadi kalian harus mengetahui bahwa gunjingan semacam ini adalah dilarang. Dan jika kita sanggup, kita akan terus menggunjing semua orang bahkan sampai Nabi Adam AS. Ini adalah tabiat alami manusia dan jalan satu-satunya untuk menyelamatkan diri kalian dari gunjingan ini adalah melalui disiplin tarekat, di mana kita diharuskan untuk membaca “Ya Shamad” 500 kali setiap hari (setelah salat syukur—red).

Mereka berkata, “Mengapa kalian membutuhkan pemandu, seorang Syekh?” Seorang Syekh adalah pembimbing kalian, ia akan mengatakan kepada kalian apa yang harus kalian lakukan dan bagaimana cara menghindari gunjingan seperti ini, kalau tidak kalian akan lihat bahwa setiap orang saling menggunjing satu sama lain. Sekarang, orang-orang dengan keyakinan tertentu bertanya, “Mengapa kalian memerlukan seorang Syekh? Mengapa kalian membutuhkan pembimbing?” Bagaimana kalian akan mempelajari hal-hal seperti ini tanpa seorang pembimbing, seorang Syekh? Kalian akan tetap menggunjing orang lain.

Semoga Allah SWT memaafkan kita, semoga Allah SWT memberi dukungan kepada kita, semoga Allah SWT membimbing kita ke jalan yang benar, jalur yang benar dari sunnah Nabi SAW.

Rabbanaa taqabbal minna bi hurmatil habib bi hurmatil faatiha. Taqabballaah.

Pesan MSN untuk penduduk Syam (Syria)

Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani: "Ini adalah instruksi dari Nabi Muhammad SAW, "Barang siapa yang memasuki rumah dan mengunci pintunya akan berada dalam keselamatan dan keamanan." Siapa pun yang berada di Syam (Syria), jangan takut! Tetaplah di dalam rumahmu, gelarlah sajadahmu dan teruskan tasbihmu, karena tidak akan adanya bisa menyentuhmu! Jika mereka menyentuhmu, banyak awliya yang bertanggung jawab di sana. Instruksi ini untuk mereka yang tinggal di Syam (Syria). 


Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani: "That is the instruction of our Prophet (s), “Who enters his home and locks his door is in safety and security.” Those in Sham must not fear! Remain in your homes, spread your prayer rug and continue with your tasbeeh, then no one can touch you! If they do, there are many responsible awliya there. This instruction is for them (in Sham)."

Video link : http://www.sufilive.com/rnd.cfm?m=4425

Monday, December 5, 2011

UNITY OF LOVE - Dec 20, 2011 - Jan 4, 2012


Jadwal Tentatif UNITY OF LOVE
Kunjungan Mawlana Syaikh Hisham Kabbani ar Rabbani qs di Indonesia

Selasa, 20 Des 2011
20.00-23.00WIB
Zikir dan Tausiyah di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia

Rabu, 21 Des 2011
(khusus Murid)
20.00-23.00WIB
Zikir dan hadrah di Rumah Bp. Fendi Siregar,
Jl. Pangkalan Jati No.131 Rt.01/02 Pondok Labu, Jakarta Selatan

Kamis, 22 Des 2011
20.00-23.00WIB
Maulid Nabi (s) bersama K.H. Amir Hamzah
di Pesantren Daarul Ishlah, Buncit Raya No.5, Kalibata Pulo, Jakarta Selatan
(di dekat Masjid Jami as-Salafiyah)

Jumat, 23 Des 2011
Salat Jumat di Masjid al-Istigna,
Kompleks Islamic Village, Karawaci,
Tangerang

Jumat, 23 Des 2011
18.00-21.00WIB
Zikir dan Tausiyah di Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta Pusat

Sabtu, 24 Des 2011
Pertemuan dengan VIP

Minggu, 25 Des 2011
(khusus Murid)
20.00-23.00WIB
Zikir dan Hadrah di Rumah Bp. Malik Tarigan
Jl. Cempaka Putih Raya 114

Senin, 26 Des 2011
20.00-23.00WIB
Maulid Nabi (s) bersama Habib Syech Assegaf
di Masjid Mbah Kholil, Bangkalan, Madura

Selasa, 27 Des 2011 (Tentatif)
20.00-23.00WIB
Tabligh Akbar bersama Habib Syech Assegaf
di Masjid al-Akbar Surabaya

Rabu, 28 Des 2011
11.00-14.00WIB
Tabligh Akbar di Pesantren Darul Hikmah Mojokerto

Kamis, 29 Des 2011
20.00-23.00WIB
Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jaelani bersama Ust. Wahfiudin
di TQN Center, Masjid al-Mubarok, Rawamangun

Jumat, 30 Des 2011
Akan diumumkan kemudian

Sabtu, 31 Des 2011
20.00-23.00WIB
Maulid Nabi (s) bersama Habib Hasan bin Ja'far Assegaf
(Majelis Nurul Musthofa)
di Lapangan Polda Metro Jaya

Minggu, 1 Jan 2012
akan diumumkan kemudian

Senin, 2 Jan 2012
(khusus Murid)
20.00-23.00WIB
Hadrah di Permata Hijau

Selasa, 3 Jan 2012
Berangkat ke Singapura


Info lebih lanjut:
Yayasan Haqqani Indonesia
Jl. Teuku Umar No.41 Jakarta 10310
Telepon : +62-21-3153014
http://www.naqsybandi.org/

Thursday, December 1, 2011

We Await Three Signs of the Last Days

We Await Three Signs of the Last Days
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
12 March, 2011 Burton, Michigan
Link to original article
Click for translation in Bahasa Indonesia

Suhbah at As-Siddiq Mosque
(Day after catastrophic earthquake/tsunamis in Japan)

A`oodhu billahi min ash-Shaytani 'r-rajeem. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem

Nawaytu 'l-arba'een, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-salook, nawaytu'l-'uzlah, nawytu as-siyam lillahi ta'ala fee hadha'l-masjid.

Ati`ullaha wa ati`u 'r-Rasoola wa ooli 'l-amri minkum.

Obey Allah, obey the Prophet, and obey those in authority among you. (4:59)

As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastoor yaa Sayyidee, madad.

Too many news are coming from here and there. It makes people confused about what they listen to, and it makes people analyze events according to their capacity and understanding. A high school student cannot understand teachings of a university professor; perhaps only PhD students might understand what the professor teaches a higher level of educated people. Still, that high school student may hear and understand some of what is taught, but he cannot analyze its full meaning.Why did the Prophet (s) say about Sayyidina `Ali (r):

أنا مدينة العلم و علي بابها

Ana madeenatul-`ilm wa `aliyyun baabuha.

I am the City of Knowledge and `Ali is its door.

Why didn’t he say, “All the Companions are my door?” He also specified that Sayyidina Abu Bakr is “different” and more “special” than the others, because of something special that settled in his heart, which not everyone can understand. So some might think the literal meaning of, “`Ali is the door of knowledge,” and “a special thing in the heart of Sayyidina Abu Bakr,” is love of the Prophet (s), who also said, “If there would be another prophet after me, it would be `Umar." But then where is Sayyidina Abu Bakr, Sayyidina `Ali, and Sayyidina Uthman (radiy-Allahu `anhum)? It means you need a window to that wali to understand what he is saying.

Sometimes car windows are tinted black, so from outside you cannot see anything, but someone sitting inside can see everything. So not everyone sitting is in the heart of the shaykh and can understand what he is saying. They are sitting outside, where they hear honking and they begin to honk also, and they say things that in reality is not honking, it is what that wali is saying inside to those sitting with him. Honking is for donkeys, to make them move from the middle of the road. Some donkeys, even if you honk and honk, they don't move; they are thinking and stubborn!

What about here? Are there no donkeys? Don't you see them? What do they do with the donkeys here? Some say, “We don't have any donkeys here.” No, it is full of donkeys! (laughter) So you see the donkey sitting in the road, thinking for fifteen minutes and not moving, and you can honk as much as you like. Some people do not understand about donkeys because they are donkeys. The horse will move, but the donkey will not move. They saw a donkey laughing and asked it, “Why are you laughing?” He said, “Yesterday they made a joke, and just now I understood it!”

So let the donkeys think as much as they like, because they will never understand what a wali says and the wisdom in it. If you don't understand the wisdom, then try to perfect yourself through your awraad, and different obligations, then you will begin to understand differently. For the horse they put blinders to restrict what it sees and where it looks. You must not put blinders; you must look around and see what is going on, then you can understand what the wali is speaking about.

A wali is not for dunya, he is for akhirah. So don't expect the wali to give you something to build up your dunya, as most of the work Prophet (s) entrusted to him is for your akhirah.

Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) intentionally created confusion in order for people to curse him. Do you like to do that? He is one of biggest awliyaaullah, that even Ibn Taymiyya accepted. He went to a village to create confusion, and then he left; that was his mission. When the people cursed him and exiled him, through that he was testing his own patience, to see if he can carry that difficulty or not. People don’t understand that, they only understand that he made a mistake and they went after him. But in reality he was testing his own patience, and anyone who cursed him, he prayed, “Yaa Rabbee! Whoever cursed me, whatever of bad deeds he did, forgive him, and take from my good deeds and give to him.” Does anyone understand that? He did things to make people curse him and when they cursed him, he asked, "Yaa Allah! That person mentioned my name, so raise him!"

Grandshaykh (q) used to say, “If anyone mentions my name, I am obliged to pray for them to reach my level.” So you cannot reach their levels, you cannot reach and understand what they are saying. If an earthquake expert says to you, “There will be an earthquake on April 2nd, so prepare yourself,” if you believe that, what will you do? You will prepare yourself for that day in the best possible way. You might retreat to the jungle, take your food and hide there. When April 2nd comes and there is no earthquake, then what? Do you say the expert (wali) is wrong, or do you say there is wisdom in that?

How is that wali wrong? I am not saying every wali is perfect, but you prepare according to your level. If a doctor says, “You have cancer,” then what do you do? You prepare everything so that when your time comes, you go (with less worry).

Last Wednesday evening in Washington DC, I gave a suhbat. With Mawlana's baraka, I mentioned as he said, "Say to them that if Allah wants, He will bring this Earth upside down with a huge earthquake that will bring what is up to down and what is down to up.” And we said:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا

idha zulzilat al-ardu zilzaalah, wa qaalat al-insaanu maa laha..."

When the Earth quakes with her [last] mighty quaking and [when] the Earth yields up her burdens and man cries out, "What has happened to her?" (az-Zalzala, 99:1-3)

That Allah (swt) will shake this Earth not only from its top but also from its bottom, and make tsunamis come, and human beings will ask, “What is going on?” Mawlana Shaykh said, “Say to them what is going on.” And what happened? That earthquake hit the next day. (The lesson for us is) awliya are entrusted by the Prophet (s) and when they say something in public it has a meaning, and when they say something of spirituality it has a different meaning. When they say something in public, it is the same for a spiritual-level child or adult, as they did not yet reach a level of higher understanding. When awliyaaullah tell you something in private, that is at a different level. So don’t panic about what Mawlana Shaykh said two or three days ago! He wants warn you, so you will prepare yourself and go higher and higher.

If someone says tells you that you have cancer, you will quickly prepare yourself for the outcome. When Mawlana Shaykh says, “Mahdi is coming,” then prepare yourself with food and supplies as there is no time! Really Mawlana wants you and your family to be in a state of perpetual preparation, always anticipating the arrival of Sayyidina Mahdi (a)! First of all, to prepare yourself you make niyyah that you are ready for him, and by that you will be with him! To prepare yourself for relief is worship. Mawlana Shaykh wants to give you that level as if you are already with Sayyidina Mahdi (a), as if you are fulfilling his orders and doing what he wants! Then you will be rewarded with everything you do in your life as if you truly are waiting for him.

There are Signs of the Last Days that we are waiting for. Most of the signs the Prophet (s) predicted did appear, but there are some two signs that did not appear yet. So Mawlana Shaykh wants that you will be written in Mahdi's time. It means, don't panic! If you say to yourself that you are a man or woman of Mahdi’s time, then wherever you are, you will be there with him, by recitation of “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem.” You will be transferred by heavenly power to wherever Mahdi is. So don't panic, just do what you are doing.

Did Mawlana say to those close to him to stop working? (No.) Then why are you running in different directions to find out what to do? Mawlana Shaykh said three signs must occur before Mahdi appears. Awliyaaullah are waiting for them and if these three signs did not come, still we are waiting for them. Grandshaykh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) mentioned them. One of them is that a big mountain near Bursa will explode with ashes and red lava running to Istanbul, putting it in fire. Did that happen? No! So we await that.

Second, Cairo is going to sink underwater from the Aswan Dam, which did not exist when Sayyidina Ibn `Arabi's predicted in his book, Futuhat al-Makkiyya, that the Nile will flood and water will rise to cover the minaret of the Muhammad `Ali Mosque in Cairo. Grandshaykh (q) said there is a sign on the minaret of that mosque, which is very high, where the water is going to reach. Not until the 1960’s did anyone know about the Aswan Dam, which Gamal Abdel Nasser built. Today we don't know how much of it is eaten, that it will collapse and flood the area. So I am worried about the people of Cairo, but first the destruction of Istanbul must occur.

The third sign is when Cyprus sinks into the sea; that is the prediction. So as long as Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani is in Cyprus, when he leaves Cyprus, then you may panic, call and send messages!

So put things together! When a wali, particularly Sultan al-Awliya, Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani says something, you must pay attention. Also, when Mawlana Shaykh moves he it will not be to Istanbul; he will move to Sham ash-Shareef. Why aren’t his two sons moving (away from Cyprus and Istanbul)? That means prepare yourself and get the reward, but don't panic and ask what we have to do!

If you don't understand Mawlana Shaykh, you will never understand. I am waiting for fifty years for Mahdi (a), so listen and understand. If you live a thousand years or even one month in preparation for Mahdi’s arrival, then it is the same as someone who lived one month. That means for all mureeds who are waiting, it is going to open a big reward. That opening appeared in Rabi al-Awwal, that who is waiting for Mahdi will be dressed with special rewards and lights from Prophet (s) and Mahdi (a)!

When the three signs we mentioned appear, still Mahdi will not appear. First there will be a huge battle between two parties that will dispute one issue. That must occur before Mahdi arrives. That will not be between the Middle East and Europe, but between two big world powers. That is a prediction from the Prophet (s) about Signs of Last Days, that a huge war will continue for three months.

So now you have three signs that have to appear: the Bursa Mountain is going to blow up and lava will come to Istanbul; Cairo will be flooded and water will reach to top of Mohammad `Ali Mosque's minaret; and then Cyprus will disappear. Then there will be a big war for three months. After that, they will come to Istanbul and with takbeer and the walls will fall down, like during a fire if you recite takbeer the fire goes down (extinguishes). So at that time, by the power of Mahdi, all technology will stop.

There will be those with Mahdi; those with the Anti-Christ will be destroyed. Don't panic and worry, because by the power of “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem” you will be anywhere! Don’t worry about me travelling for several months; that is not a problem. Mawlana Shaykh asked me to be with him for three months; there are things Mawlana Shaykh wants to say to me, and insha-Allah khayr.

Just remember: there are signs which must come and at any moment, but there is space between them, and then an additional three months. The eruption of a volcano near Istanbul, then Cairo sinking until water reaches the minaret at the Muhammad `Ali Mosque, and the sinking of Cyprus. Still Mawlana Shaykh is sitting there in his jubba, eating and meeting with people. If that is happening, Mawlana must move. If he is moving, he must also move his whole tribe that is in that house! So relax, as all that will take time.

What Mawlana Shaykh wants to say is, “Don't come and visit in Cyprus.” One month ago, before Tunisia, Egypt, and Bahrain protests erupted, before the earthquake, we went to Chile and Argentina. Some people came there from Brazil, and said they wanted to visit Mawlana Shaykh. They sent a message three or four weeks ago. By then only Tunisia and Egypt protests started.. I told `Ali to send a message to them, "No one come to visit Mawlana Shaykh." Why? Not because of Mahdi coming, as the signs didn't happen yet, but Mawlana doesn't want people to be stuck there. There will be a no-fly zone there, and aircraft carriers offshore, so how you can go and come back? You will be stuck, and your family is in Brazil or Argentina.

That is why, if you understand correctly, he said, “If people are a few hours away from me they can come for three days.” That means as near as London. Why did he allow the people to come for three days? Cyprus will be an island between those big vessels, so they can run quickly to their countries.

This means don't worry or panic, relax! If you like, send us a message and we can explain. May Allah (swt) make us to understand the awliya.

Wa min Allahi 't-tawfeeq, bi hurmati 'l-habeeb, bi hurmati 'l-Fatihah.

Wednesday, June 30, 2010

Anjuran dari MSN untuk menyaksikan SUFILIVE.COM

Bismillahi Rahmani Rahiim

As-salaamu `alaykum dari kediaman pribadi Sultan al-Awliya. Sultan kita Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani memberi salam dan sapaan cinta dan hormat kepada semua orang. Sultan mengundang teman-teman dan keluarga Anda untuk menyaksikan siaran Sufilive.com. Kita telah mempunyai peningkatan jumlah pemirsa setiap harinya dan masya Allah, kita senang dengan siaran tersebut.

Mohon sebarkan pesan ini ke semua website, blog dan forum yang Anda ketahui atas nama Mawlana Syekh Nazim, bahwa Syekh Hisyam sangat mendorong/menganjurkan/mengajak/meminta agar Anda semua dapat lebih sering menyaksikan Sufilive.com dan berusaha untuk menggandakan jumlah pemirsa dari 600 hingga 1200.

Juga, jangan lupa bahwa kini siarannya dapat diakses melalui iPhone, Blackberry, dan ponsel Android.

Kami mohon agar Anda dapat mengakses Sufilive setiap hari, sehingga kita dapat mencapai target kita dengan cepat dan membuat Sultan lebih senang selama bulan suci Rajab ini. Kami sangat menghargai dukungan Anda dan mengharapkan lebih banyak orang dapat menyaksikan Sufilive.com.

Pesan ini adalah dari Syekh Hisyam dari kediaman Mawlana Syekh di Lefke.